• Copywriting


    Dalam sebuah konten, tidak bisa dipungkiri bahwa teks pasti diperlukan, entah untuk penggunaan pada visual ataupun pada caption. Namun teks tersebut tentu tidak sembarang tulis saja. Ada persiapan tentunya, agar tulisan menarik. Teks yang dibutuhkan dalam konten dapat disebut copywriting. Copy writting adalah seni penulisan pesan dengan tujuan persuasif, bisa untuk sisi penjualan atau yang lainnya. Menurut Frank Jefkins (2003), tulisan itu harus mampu menarik perhatian (attention), menimbulkan ketertarikan (interest), keinginan (desire), menciptakan keyakinan (conviction) dan tindakan (action). Kata-kata yang terangkum dalam sebuah promosi pun berbeda-beda, berbagai gaya dan jenis kata diupayakan copywriting dapat disandingkan terhadap semua ragam produk atau jasa.

    Copywriting ini bermaksud untuk memberikan tulisan-tulisan yang baik dan mudah dipahami serta dapat menarik perhatian dari publik yang membacanya. 


    AIDA Formula

    Contoh dalam pembuatan copywriting berikut ini menggunakan urutan AIDA (Attention, Interest, Desire dan Action).
    1. Attention/Perhatian

    Attention tujuan utamanya adalah untuk menarik perhatian dari pembaca yang menjadi calon konsumen kita. Contohnya sebagai berikut:
     


    2. Interest/Ketertarikan
    Langkah selanjutnya setelah attention, buat mereka calon konsumen yang datang menjadi tertarik dengan produk tersebut sehingga mereka mau melanjutkan membaca copywriting sampai akhir. Disini dapat membahas kelebihan produk atau bisa menambahkan beberapa informasi, fakta, data statistik, alasan yang membuat calon pembeli semakin tertarik. Berikut contohnya, produk Visval:


    3. Desire
    Formula AIDA yang ketiga adalah desire, desire ini memiliki kemiripan dengan interest, bedanya lebih memainkan emosi dan logika konsumen. Biasanya dilakukan dengan menyebutkan manfaat yang akan didapatkan. Kamu dapat melihat salah satunya konten Grab Indonesia berikut:


    4. Action
    Tahap terakhir dalam AIDA adalah Action atau mengambil tindakan. Tindakan bisa apa saja tergantung dari tujuan produk itu dijual. Contoh tindakan yang banyak dilakukan seperti pembelian, mendaftar, pembuatan akun, download, submit email dan lain sebagainya.

    Tindakan biasanya dipicu dengan memberikan instruksi ajakan (atau disebut Call to Action/CTA) pada bagian akhir. Bentuk CTA bisa berupa tulisan, tombol, nomor telpon, alamat email dan harga.

    Pada dasarnya orang yang terlibat dalam copywriting tentu mampu bermain dengan kata-kata, bahkan juga mampu bercerita. Menggunakan cerita dan memasukkannya kedalam strategi pemasaran menjadi begitu populer saat ini. Melibatkan sebuah cerita dalam copywriting dapat mempermudah proses pendekatan kepada konsumen. Bisa dilihat pada konten seperti Grab, Kitabisa.com, dan masih banyak lagi.